Senin, 23 Mei 2011

 PENGAMALAN SILA-SILA PANCASILA

I. KETUHANAN YANG MAHA ESA
A. SECARA OBYEKTIF
  • Percaya dan Takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab
  • Hormat menghormati dan bekerjasama antar pemeluk agama dan penganut-penganut kepercayaan yang berbeda-beda sehingga terbina kerukunan hidup
  • Saling menghormati kebebasan menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaannya
  • Tidak memaksakan suatu agama dan kepercayaan kepada orang lain
B. SECARA SUBJEKTIF
  • menghormati yang sedang melaksanakan ibadah
  • mengajak kita untuk takwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Kita semua punya agama dan keyakinan. Kita tinggal menjalankan kewajiban kita terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
  • mengajak kita untuk menjalin kerukunan dengan sikap saling hormat – menghormati dan bekerjasama antar pemeluk agama. Walaupun berbeda agama, kita harus tetap menjaga kerukunan dan menjaga kenyamanan beragama antara pemeluk agama satu dengan agama yang lainnya. Seperti yang kita tahu, Indonesia sungguh kaya akan budaya. Bahkan di Indonesia ada 5 agama yang diakuin. Ada Islam, Kristen, Katolik, Hindu, dan Buddha. Kita semua hidup berdampingan, dan diharapkan dapat menjaga hubungan baik diantara pemeluk agama lainnya
  • Percaya dan taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing
  • Hormat dan menghormati serta bekerjasama antara pemeluk agama dan penganut-penganut kepercayaan yang berbeda-beda sehingga terbina kerukunan hidup
  • menjalankan ibadah dengan baik sesuai agama kita dan tidak memaksakan kepada orang lain untuk turut dalam beribadah sesuai agama kita.
  • Saling menghormati kebebasan menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing


II. KEMANUSIAAN YANG ADIL DAN BERADAB
A. SECARA OBYEKTIF
  • Mengakui persamaan derajat persamaan hak dan persmaan kewajiban antara sesama manusia
  • Saling mencintai sesama manusia
  • Mengembangkan sikap tenggang rasa
  • Tidak semena-mena terhadap orang lain
  • Menjunjung tinggi nilai kemanusiaan.
  • Gemar melakukan kegiatan kemanusiaan.
  • Berani membela kebenaran dan keadilan.
  • Bangsa Indonesia merasa dirinya sebagai bagian dari seluruh umat manusia, karena itu dikembangkan sikap hormat-menghormati dan bekerjasama dengan bangsa lain
B. SECARA SUBJEKTIF
  • membantu membereskan rumah
  • Mengakui persamaan derajat, persamaan hak dan persamaan kewajiban antara sesama manusia
  • Mengembangkan sikap tenggang rasa.
  • Tidak semena-mena terhadap orang lain.
  • Menjunjung tinggi nilai kemanusiaan.
  • Gemar melakukan kegiatan kemanusiaan.
  • Berani membela kebenaran dan keadilan.
  • Jadi manusia yang adil ketika kita ingin memutuskan / memberi pendapat tentang sesuatu hal termasuk memvonis perilaku dan kinerja orang lain.
  • mengakui dan memperlakukan manusia sesuai dengan harkat dan martabatnya sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa. Mengakui persamaan derajat dan hak – hak asasi manusia. Menjunjung nilai – nilai kemanusiaan. Kita harus saling membantu. Apabila ada saudara kita yang menderita kesusahan, seperti terkena bencana alam, kita harus memberi bantuan kepada mereka. Membantu meringankan beban mereka
  • Bangsa Indonesia merasa dirinya sebagai bagian dari masyarakat Dunia Internasional dan dengan itu harus mengembangkan sikap saling hormat-menghormati dan bekerjasama dengan bangsa lain


III. PERSATUAN INDONESIA
A. SECARA OBYEKTIF
  • Menempatkan kesatuan, persatuan, kepentingan, dan keselamtan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi atau golongan.
  • Rela berkorban untuk kepentingan bangsa dan negara.
  • Cinta Tanah Air dan Bangsa.
  • Bangga sebagai Bangsa Indonesia dan ber-Tanah Air Indonesia.
  • Memajukan pergaulan demi persatuan dan kesatuan bangsa yang ber-Bhineka Tunggal Ika
B. SECARA SUBJEKTIF
  • rukun dengan saudara (kakak/adik).
  • semangat patriotisme berani membela mengorbankan untuk kepentingan negara apabila diperlukan di atas kepentingan pribadi dan golongan
  • menghargai semua suku yang ada di Indonesia dengan tidak meninggikan Suku sendiri dan merendahkan Suku lain
  • Menjaga Persatuan dan Kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
  • Rela berkorban demi bangsa dan Negara
  • Cinta akan Tanah Air.
  • Berbangga sebagai bagian dari Indonesia.
  • Memajukan pergaulan demi persatuan dan kesatuan bangsa yang ber-Bhinneka Tunggal Ika.


IV. KERAKYATAN YANG DIPIMPIN OLEH HIKMAT KEBIJAKSANAAN DALAM PERMUSYAWARATAN / PERWAKILAN
A. SECARA OBYEKTIF
  • Mengutamakan kepentinagn negara dan masyarakat
  • Tidak memaksakan kehendak kepada orang lain.
  • Mengutamakan musyawarah dalam mengambil keputusan untuk kepentingn bersama.
  • Musyawarah untuk mencapai mufakat diliputi semangat kekeluargaan.
  • Dengan iktikad baik dan rasa tanggung jawab menerima dan melaksanakan hasil musyawarah.
  • Musyawarah dilakukan dengan akal sehat dan sesuai dengan hati nurani yang luhur.
  • Keputusan yang diambil harus dapat dipertanggung jawabkan secara moral kepada Tuhan Ynag Maha Esa. Menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia serta nilai-nilai kebenaran dan keadilan
B. SECARA SUBJEKTIF
  • bila ada masalah diselesaikan dengan musyawarah.
  • menghormati dan menghargai pendapat orang lain, berhati besar untuk menerima keputusan apapun yang dihasilkan oleh musyawarah dan pastinya bekerjasama untuk mempertanggungkan jawabkan keputusan
  • Bicara melalui perwakilan (dalam kelompok) untuk menyelesaikan masalah secara musyawarah yang terpimpin. Bukan dengan kekerasan dan debat kosong, karena dipimpin, maka kita harus menghargai keputusan pimpinan sekalipun tidak setuju dengan keputusan itu. Karena pemimpin yang akan bertanggung jawab terhadap keputusannya
  • Mengutamakan budaya rembug atau musyawarah dalam mengambil keputusan bersama
  • Mengutamakan kepentingan negara dan masyarakat.
  • Tidak memaksakan kehendak kepada orang lain


V. KEADILAN SOSIAL BAGI SELURUH RAKYAT INDONESIA
A. SECARA OBYEKTIF
  • Mengembangkan perbuatan-perbuatan yang luhur yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan gotong-royong.
  • Bersikap adil
  • Menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban.
  • Menghormati hak-hak orang lain.
  • Suka memberi pertolongan kepada orang lain.
  • Menjauhi sikap pemerasan terhadap orang lain.
  • Tidak bersifat boros
  • Tidak bergaya hidup mewah
  • Tidak melakukan perbuatan yang merugikan kepentingan umum.
  • Suka bekerja keras.
  • Menghargai hasil karya orang lain.
  • Bersama-sama berusaha mewujudkan kemajuan yang merata dan berkeadilan sosial
B. SECARA SUBJEKTIF
  • Bersikap adil terhadap sesama.
  • Menghormati hak-hak orang lain.
  • Menolong sesama.
  • Menghargai orang lain.
  • Melakukan pekerjaan yang berguna bagi kepentingan umum dan bersama
  • hemat, tidak boros



“Jangan tanyakan apa yang telah negara berikan kepadamu tetapi tanyakan apa yang telah kau berikan untuk negaramu.”